Noordin M.Top Agent Malaysia?

Entah dari mana gue dapat pikiran kalau Noordin merupakan seorang agent atau patriot Malaysia. Memang kalau dipikir – pikir agak kurang pas. Namun menurut gue, Noordin merupakan agent rahasia atau patriot dari Malaysia yang ingin memporak – porandakan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan berkedok Jihad Islamiyah.
Negara kita pada dasarnya memang tak pernah akur dengan negara yang mengaku sebagai negara sahabat kita, Malaysia. Ingat, ketika negara kita dibawah President Bung Karno, negara kita sempat keluar dari PBB gara – gara bersitegang dengan Malaysia. Hingga pidato Bung Karno yang menghujat negara Commonwealth Inggris tersebut. Tidak hanya sampai disitu, tragedi pulau Ambalat didekade juga merupakan konflik antara Negara kita tercinta dengan Malaysia. Kapal dan Pesawat tempur Malaysia juga sering melewati batas negara, hingga masuk ke kawasan NKRI. Malaysia juga merampas kebudayaan kita dengan mengganggap Reok Ponorogo, Batik Pekalongan dan lagu daerah Rasa Sayange yang dipakai untuk promosi “Visit Malaysia”, walau akhirnya mereka meminta maaf atas hal tersebut. Selain itu, rasa Rasis orang Malaysia terhadap orang Indonesia juga tinggi. Mereka menyebut orang Indonesia dengan sebutan “Indon”, dan mereka menganggap “indon” lebih rendah dari India, Afrika dan China. Mereka juga kerap menyiksa (contohnya TKI) serta melakukan razia terhadap orang indonesia.
Dari semua yang telah gue sampaikan diatas, kemungkinan pemerintah Malaysia ingin bermain api dengan Indonesia sangat besar. Mereka bisa saja mengirim seorang atau beberapa agennya untuk memprovokasi bumi Ibu Pertiwi ini. Dan gue punya beberapa alasan yang mendukung pendapat gue tersebut.
Pertama, sasaran aksi Noordin dkk adalah Indonesia. seperti yang kita ketahui, Indonesia tidak ada peperangan seperti yang terjadi di Afganistan ataupun Palestina. Padahal, Noordin mengatasnamakan Jihad Islamiyah dalam aksinya. Mengapa sasaran Noordin Indonesia yang jelas tidak ada peperangan? Kenapa dia tidak melakukan aksinya di Malaysia saja? Kan sama saja dengan Indonesia yang tengah bebas dari peperangan. Kalau benar Noordin mengatasnamakan Jihad Islamiyah, Mengapa dia tidak melakukan aksinya di Afganistan atau di Palestina yang membutuhkan jasa Noordin untuk melawan Amerika dan Israel?
Kedua, Noordin dkk merekurt orang indonesia sebagai pelaku bom bunuh diri di berbagai tempat di Indonesia. Pernahkah anda berpikir kenapa mereka tidak menggunakan orang Malaysia sendiri sebagai pelaku bom bunih diri? Tentu saja mereka tidak ingin warga Malaysia mati konyol seperti warga Indonesia yang telah dicuci otaknya sehingga mau untuk melakukan bom buuh diri. Serta dia ingin mengadu domba bangsa ini seperti yang dilakukan CIA di tahun 60-an saat pengaruh Komunis di NKRI cukup kuat.
Ketiga, pemerintah Malaysia melindungi segenap keluarga Noordin dari introgasi pemerintah Indonesia. Mengapa Malaysia melindungi segenap keluarga Noordin dari introgasi pemerintah Indonesia kalau benar mereka menentang terorisme?
Itulah alasan – alasan yang menurut gue dapat menguatkan pendapat gue kalau Noordin merupakan agent Pemerintah Malaysia yang ingin mengbuat kekisruhan di NKRI. Entah benar atau salah gue tetap percaya pada pendapat gue ini hingga kebenaran yang nyata terungkap.
Gue dukung buat seganap tim Anti Teror Indonesia untuk menangkap Si BANGSAT NOORDIN. Dan jika pernyataan gue ini benar, nampaknya kita perlu beberapa agent untuk membalas Malaysia dengan menghancurkan menara Petronasnya.

Iklan

Page Rank Blogku “2”

Screenshot

Emang bener kalau gue sudah sangat jarang ngutak ngatik blogku ini. Meskipun demikian, nampaknya blogku berjalan sendiri menuju ke arah yang lebih maju. Terakhir saat gue lihat blogku ini sekitar pertengahan bulan Juli, page rank nya masih “0” (nol) dengan peringkat website di angka 980.000-an. Dan akhirnya aku chek blog RumahShareku ini di tanggal 14 agustaus. Gue benar – benar terkejut gag karuan. Blog gue udah ada Page Rank nya. Wah – wah – wah, ternyata blog ku sedah mulai dilirik google. Ternyata gag cuma blog punya Akhyar aja yang ada Page Rank nya. Blog q ternyata juga ada.. hehehehe, Congratulation My Blog…….

Never Ending Spirit

Sudah hampir 1 bulan nih, aku gag nge-blog. Kali ini aku mau cerita tentang penglaman ter-cool dr kegiatanku menjadi seorang jurnalis di LPM PROFESI.
Di setiap tahunnya, LPM PROFESI membuat edisi khusus Ospek Universitas dan Ospek Fakultas yaitu GELEGAR. Dari 4 hari peliputan Ospek universitas (2 hari) dan Ospek Fakultas (2 hari), di hari ke 2 Ospek Universitaslah gue temukan sebuah pengalaman yang gag pernah gue temuin sebelumnya, yaitu semangat pantang menyerah hingga titik penghabisan.
Begini kisahnya,
Pada hari itu, kami (staf LPM Profesi) benar – benar susah mencari topik yang pantas untuk diangkat pada buletin Gelegar kami yang berimbas pada keterlambatan masuknya tulisan – tulisan kami ke dapur Redaksi yang di pegang oleh Pemred (Pemimpin Redaksi), mas Bagus. Sempat sesekali aku masuk ke kantor cuma buat iseng – iseng aja. Disana kulihat raut wajah Pemred yang seolah – olah terbakar karena harus kerja keras mengedit tulisan – tulisan kami sambil berkejaran dengan waktu. Setelah dia selesai dengan tugasnya, giliran si Jeki sang Layouters yang harus banting tulang. Singkat cerita, hingga waktu menunjukkan pukul 5.00 p.m, master Gelegar belum selesai di cetak gara – gara Printer si Neno kehabisan mangsi. Padahal acara Ospek berakhir jam 5.30 p.m. Hanya sebagian yang telah berhasil dan langsung dibawa lari anak – anak buat di cetak. Dan master yang belum jadi itu akhirnya di bawa si Jeki buat edit serta di cetak sekalian dicetak.
Atas perintah pak PU, gue ngikutin si Jeki. Hingga tiba di suatu tempat FotoCopy deket BangJo (Traffict Light) deket kampus, si Jeki langsung saja masuk kesana dan sesegera mungkin menyelesaikan tugasnya dengan muka yang serius bercampur dengan agak ketakutan. Ternyata tidak hanya muka si Jeki yang terlihat seperti itu, anak – anak yang lain yang turut mendampingi Jeki seperti Ishe, Tika, Ani, Neno dan Syarif juga mengalami syndrom yang sama (mungkin gue juga demikian). Hingga akhirnya Gelegar selesai dicetak plus dilempit – lempit dengan tergesa – gesa. Lalu langsung saja kami bawa Gelegar ke kampus. Setibanya di kampus, acara Ospek Universitas kelar. Walaupun belum dievaluasi, gelegar terpaksa kami edarkan ke maba dan miba.
Dan saat evaluasi tiba, Pemred selaku inspektur evaluasi marah – marah kepada kami. Dia takut sekali jika Gelegar tidak terbit dan dia juga mengkritik kinerja kami yang kurang kritis mencari berita. Meskipun demikian, gue tetap senang, karena Gelegar dapat terbit dan gue dapat suatu pembelajaran yang baru yaitu “Never Ending Spirit” yang ditunjukkan oleh keluarga keduaku.
gilang dan LPM Profesi