Review ‘Lenovo Think Pad Edge E330 A81’

 

Setelah 3 tahun berada di balik layar netbook Asus, kali ini penulis mencoba hijrah menjajal kemampuan notebook “naik pangkat”. Yup, notebook atau laptop yang menjadi teman penulis saat ini adalah Lenovo Think Pad Edge E330 A81.

Notebook ini dirasa cukup pas bagi penulis, karena yang ukurannya tidak terlalu besar sekitar 13 inch dan cukup ringan dengan berat 1,8 kg. Sebenarnya ada laptop keluaran lenovo yang lebih canggih dan lebih murah tapi 14 inch. Penulis emang gag suka dengan laptop yang terlalu besar. Awal menggunakan Edge E330 A81 cukup membingungkan dengan adanya tombol Fn yang terletak disebelah kiri tombol Ctrl. Biasanya sih tombol Ctrl terletak di pojok kiri bawah seperti yang terdapat pada Asus 1215p. Yang paling asik adak semacam trackball (buletan merah) di tengah keyboard yang berfungsi sebagai mouse. Kata sales lenovo, ini cuma ada di lenovo think pad series.

Dibekali dengan prosessor Intel Core i3, RAM 2 GB, Kapasitas HD 500 GB dan memiliki 2 slot USB 3, Lenovo Think Pad Edge E330 A81 sudah sangat memuaskan penulis meskipun tidak dibekali DVD ROM.

Trus bagaimana dengan nasip si Asus 1215p? Penulis dengan berat hati harus merelakan berpindah tangan. Penulis berharap si Asus 1215p berpindah tangan ke kamu dan memanjutkan perjuangan si Asus 1215p dengan menjadi bagian dari hidup kamu.

Resign, why not?

Resign, why not?

Dimana ada awal, disitu pasti ada akhir. Istilah itu juga berlaku di dalam dunia kerja. ketika seorang karyawan masuk dalam suatu perusahaan, maka suatu saat nanti dia pasti akan keluar dari perusahaan tersebut. Mungkin dia pensiun, dipecat atau dia mengundurkan diri (resign) dari perusahaan tersebut.
Ada beberapa alasan kenapa seorang karyawan tersebut memilih mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut seperti :

1. Jenuh atau bosan. Mungkin ini alasan yang paling banyak dipakai seorang karyawan ketika dia resign dari pekerjaannya. Rutinitas yang monotone, tidak pernah naik jabatan dan hanya mendapatkan tugas yang itu – itu saja merupakan contoh dari kejenuhan dari seorang karyawan yang ingin resign.

2. Gaji yang kecil. Tidak semua karyawan merasa puas dengan gaji yang mereka dapatkan sebanding dengan apa yang berikan untuk perusahaan. Selain itu kebutuhan hidup seorang karyawan yang semakin meningkat akan tetapi gaji masih saja sama juga menjadi pertimbangan untuk mengundurkan diri dari perusahaan dan dia mencari bekerja di perusahaaan lain dengan gaji yang lebih tinggi.

3. Penawaran Kerja di Tempat Lain. Ketika seorang karyawan mendapatkan penawaran kerja di tempat lain yang menawarkan pengalaman baru bahkan menawarkan gaji yang lebih besar dari yang karyawan tersebut dapatkan, dia akan mulai memikirkan untuk keluar dari perusahaan tempat dia bekerja sekarang.

4. Konflik. Didalam dunia kerja pasti selalu akan ada konflik, baik antara bawahan dengan bawahan, bawahan dengan atasan, atau bahkan atasan dengan atasan. Seringkali konflik ini membuat karyawan merasa illfell atau bahkan marah. Sehingga dia akan memutskan menggundurkan diri.

5. Berwirausaha. Tidak semua seorang karyawan memiliki jiwa ini. Seorang karyawan yang menginginkan kebebasan, kemandirian dan mencari pengalaman yang lebih menantang, dia akan mencoba untuk memulai hidup baru dengan berwirausaha dan keluar dari perusahaan tempat dia bekerja saat ini.

Mengundurkan diri atau resign merupakan salah satu keputusan yang sulit bagi seorang karyawan. Oleh karena itu pikirkanlah baik – baik sebelum mengambil keputusan ketika anda ingin mengundurkan diri dari pekerjaan anda saat ini. Karena keputusan yang anda ambil saat ini akan berpengaruh ke kehidupan anda dimasa mendatang.
Salam Semangat Berkarya..!!!!

Terbesit untuk Menyudahi

Sungguh terkejut rasanya ketika mendengar dari bibir empunya jagad bahwa gue dijebloskan di bui ad, sebuah bui yang penuh dengan kesengsaraan dan penderitaan. Karena di dalam situ lo hanya bisa melongo melihat orang – orang yang dipusingkan. Terlebih lingkaran peremeh yang memandang rendah cipta orang lain dan pencuap-cuap dibaluti dengan gaya yang unik namun sangat norak dapat membuat gue gila di dalamnya. Tidak cukup rasanya jika hanya dua hal. Yah, maka ditambah lagi yang ketiga yaitu kemiskinan kepala di dalam bui. Sungguh hal ini membuat gue gag tahu lagi mendapatkan sebuah payung kecil dari hujan api ini.
Sempat empunya jagad menanyakan kebersediaan gue. Tentu saja negatif jawabku. Namun dengan jurus pamungkas empunya jagad dapat menganggukan kepala meskipun seratus ribu persen hatiku menggeleng.
Sungguh sebuah mimpi buruk berada di dalam bui ini yang ditemani dengan kepala – kepala itu. Tak pernah terbayang apalagi terencanakan. Padahal sangat mengharapkan berada di dalam kamar yang sesuai dengan potensi. Meskipun pada awalnya gagal memasuki kamar itu namun tak berhenti berharap hingga menunggu kesempatan kedua. Tapi sayang, kesempatan kedua ini yang mengubur semua harapan dan mematikan langkah. Hingga akhirnya terbesit untuk menyudahi.

Lebaran Greeting

IDUL FITRI 2009
Kami Fachrudin Gilang Dewantara, dengan ini mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430 H.
Hal – hal mengenai permohonan maaf lahir batin d.l.l diselenggarakan dengan cara khusyuk dan dalam tempo yang sesingkat – singkatnya.

Djogjakarta, Hari 1 bulan Syawal tahun 1430 H
Atas nama saya sendiri

Fachrudin Gilang Dewantara

Noordin M.Top Agent Malaysia?

Entah dari mana gue dapat pikiran kalau Noordin merupakan seorang agent atau patriot Malaysia. Memang kalau dipikir – pikir agak kurang pas. Namun menurut gue, Noordin merupakan agent rahasia atau patriot dari Malaysia yang ingin memporak – porandakan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan berkedok Jihad Islamiyah.
Negara kita pada dasarnya memang tak pernah akur dengan negara yang mengaku sebagai negara sahabat kita, Malaysia. Ingat, ketika negara kita dibawah President Bung Karno, negara kita sempat keluar dari PBB gara – gara bersitegang dengan Malaysia. Hingga pidato Bung Karno yang menghujat negara Commonwealth Inggris tersebut. Tidak hanya sampai disitu, tragedi pulau Ambalat didekade juga merupakan konflik antara Negara kita tercinta dengan Malaysia. Kapal dan Pesawat tempur Malaysia juga sering melewati batas negara, hingga masuk ke kawasan NKRI. Malaysia juga merampas kebudayaan kita dengan mengganggap Reok Ponorogo, Batik Pekalongan dan lagu daerah Rasa Sayange yang dipakai untuk promosi “Visit Malaysia”, walau akhirnya mereka meminta maaf atas hal tersebut. Selain itu, rasa Rasis orang Malaysia terhadap orang Indonesia juga tinggi. Mereka menyebut orang Indonesia dengan sebutan “Indon”, dan mereka menganggap “indon” lebih rendah dari India, Afrika dan China. Mereka juga kerap menyiksa (contohnya TKI) serta melakukan razia terhadap orang indonesia.
Dari semua yang telah gue sampaikan diatas, kemungkinan pemerintah Malaysia ingin bermain api dengan Indonesia sangat besar. Mereka bisa saja mengirim seorang atau beberapa agennya untuk memprovokasi bumi Ibu Pertiwi ini. Dan gue punya beberapa alasan yang mendukung pendapat gue tersebut.
Pertama, sasaran aksi Noordin dkk adalah Indonesia. seperti yang kita ketahui, Indonesia tidak ada peperangan seperti yang terjadi di Afganistan ataupun Palestina. Padahal, Noordin mengatasnamakan Jihad Islamiyah dalam aksinya. Mengapa sasaran Noordin Indonesia yang jelas tidak ada peperangan? Kenapa dia tidak melakukan aksinya di Malaysia saja? Kan sama saja dengan Indonesia yang tengah bebas dari peperangan. Kalau benar Noordin mengatasnamakan Jihad Islamiyah, Mengapa dia tidak melakukan aksinya di Afganistan atau di Palestina yang membutuhkan jasa Noordin untuk melawan Amerika dan Israel?
Kedua, Noordin dkk merekurt orang indonesia sebagai pelaku bom bunuh diri di berbagai tempat di Indonesia. Pernahkah anda berpikir kenapa mereka tidak menggunakan orang Malaysia sendiri sebagai pelaku bom bunih diri? Tentu saja mereka tidak ingin warga Malaysia mati konyol seperti warga Indonesia yang telah dicuci otaknya sehingga mau untuk melakukan bom buuh diri. Serta dia ingin mengadu domba bangsa ini seperti yang dilakukan CIA di tahun 60-an saat pengaruh Komunis di NKRI cukup kuat.
Ketiga, pemerintah Malaysia melindungi segenap keluarga Noordin dari introgasi pemerintah Indonesia. Mengapa Malaysia melindungi segenap keluarga Noordin dari introgasi pemerintah Indonesia kalau benar mereka menentang terorisme?
Itulah alasan – alasan yang menurut gue dapat menguatkan pendapat gue kalau Noordin merupakan agent Pemerintah Malaysia yang ingin mengbuat kekisruhan di NKRI. Entah benar atau salah gue tetap percaya pada pendapat gue ini hingga kebenaran yang nyata terungkap.
Gue dukung buat seganap tim Anti Teror Indonesia untuk menangkap Si BANGSAT NOORDIN. Dan jika pernyataan gue ini benar, nampaknya kita perlu beberapa agent untuk membalas Malaysia dengan menghancurkan menara Petronasnya.

Page Rank Blogku “2”

Screenshot

Emang bener kalau gue sudah sangat jarang ngutak ngatik blogku ini. Meskipun demikian, nampaknya blogku berjalan sendiri menuju ke arah yang lebih maju. Terakhir saat gue lihat blogku ini sekitar pertengahan bulan Juli, page rank nya masih “0” (nol) dengan peringkat website di angka 980.000-an. Dan akhirnya aku chek blog RumahShareku ini di tanggal 14 agustaus. Gue benar – benar terkejut gag karuan. Blog gue udah ada Page Rank nya. Wah – wah – wah, ternyata blog ku sedah mulai dilirik google. Ternyata gag cuma blog punya Akhyar aja yang ada Page Rank nya. Blog q ternyata juga ada.. hehehehe, Congratulation My Blog…….

Never Ending Spirit

Sudah hampir 1 bulan nih, aku gag nge-blog. Kali ini aku mau cerita tentang penglaman ter-cool dr kegiatanku menjadi seorang jurnalis di LPM PROFESI.
Di setiap tahunnya, LPM PROFESI membuat edisi khusus Ospek Universitas dan Ospek Fakultas yaitu GELEGAR. Dari 4 hari peliputan Ospek universitas (2 hari) dan Ospek Fakultas (2 hari), di hari ke 2 Ospek Universitaslah gue temukan sebuah pengalaman yang gag pernah gue temuin sebelumnya, yaitu semangat pantang menyerah hingga titik penghabisan.
Begini kisahnya,
Pada hari itu, kami (staf LPM Profesi) benar – benar susah mencari topik yang pantas untuk diangkat pada buletin Gelegar kami yang berimbas pada keterlambatan masuknya tulisan – tulisan kami ke dapur Redaksi yang di pegang oleh Pemred (Pemimpin Redaksi), mas Bagus. Sempat sesekali aku masuk ke kantor cuma buat iseng – iseng aja. Disana kulihat raut wajah Pemred yang seolah – olah terbakar karena harus kerja keras mengedit tulisan – tulisan kami sambil berkejaran dengan waktu. Setelah dia selesai dengan tugasnya, giliran si Jeki sang Layouters yang harus banting tulang. Singkat cerita, hingga waktu menunjukkan pukul 5.00 p.m, master Gelegar belum selesai di cetak gara – gara Printer si Neno kehabisan mangsi. Padahal acara Ospek berakhir jam 5.30 p.m. Hanya sebagian yang telah berhasil dan langsung dibawa lari anak – anak buat di cetak. Dan master yang belum jadi itu akhirnya di bawa si Jeki buat edit serta di cetak sekalian dicetak.
Atas perintah pak PU, gue ngikutin si Jeki. Hingga tiba di suatu tempat FotoCopy deket BangJo (Traffict Light) deket kampus, si Jeki langsung saja masuk kesana dan sesegera mungkin menyelesaikan tugasnya dengan muka yang serius bercampur dengan agak ketakutan. Ternyata tidak hanya muka si Jeki yang terlihat seperti itu, anak – anak yang lain yang turut mendampingi Jeki seperti Ishe, Tika, Ani, Neno dan Syarif juga mengalami syndrom yang sama (mungkin gue juga demikian). Hingga akhirnya Gelegar selesai dicetak plus dilempit – lempit dengan tergesa – gesa. Lalu langsung saja kami bawa Gelegar ke kampus. Setibanya di kampus, acara Ospek Universitas kelar. Walaupun belum dievaluasi, gelegar terpaksa kami edarkan ke maba dan miba.
Dan saat evaluasi tiba, Pemred selaku inspektur evaluasi marah – marah kepada kami. Dia takut sekali jika Gelegar tidak terbit dan dia juga mengkritik kinerja kami yang kurang kritis mencari berita. Meskipun demikian, gue tetap senang, karena Gelegar dapat terbit dan gue dapat suatu pembelajaran yang baru yaitu “Never Ending Spirit” yang ditunjukkan oleh keluarga keduaku.
gilang dan LPM Profesi

3 Hari di Ibukota

jakarta

Jumat 26 Juni 2009 hingga Minggu 28 juni 2009 gue habisin waktu liburan gue biat sekedar main – main ke Jakarta. Lebih tepatnya ke Cibinong, Bogor. Bersama Ibu dan ade gue, gue berangkat dari Pekalongan pukul 8.00 p.m dan nyampe di sana 7.00 a.m di hari Jumatnya. Sempat gue mengalami kendala ketika berangkat saat di Cikarang. Gue dioper ke bis laen padahal waktu gue sebelum naek bis itu, kondektur bis itu bilang kalau bisnya jurusan cibinong, ternyata jurusan Pulo Gadung. Payah niH, kondekturnya…. Walau sempat terhambat, akhirnya gue sampai juga di Cibinong dan gue udah di jemput ma Om gue beserta keluarganya di Pasar Cibinong buat diboyong ke rumahnya.
Hari pertama, gue ngikut Om gue ngantor. Sepanjang perjalanan gue bisa ngelihat pemandangan Ibukota dengan gedung dan jalan tolnya. Cukup menghibur menurut gue, karena gue bisanya Cuma ngelihat Jogja dan lebih utamanya jalan Kaliurang. Setelah kurang lebih 1 jam di dalam mobil yang larinya sampe 180 km/jam itu, gue nyampe di kantor om gue yang letaknya di bawah Stadion Lebak Bulus, yang merupakan markas Persija Jakarta. Sayangnya waktu gue kesana gag ada pertandingan, jadi gue gag bisa masuk ke Stadion itu. Setelah beberapa jam di ruangan kantor sambil ngoprek Ubuntu 9.04 di laptop om gue, gue di ajak om gue buat makan siang ma beli cd Ubuntu 9.04 (habisnya cd yang td rusak) di Poin Square sebelah kantor om gue. Waktu gue di dalam Poin, gue merasa takjub dan terheran – heran. Karena banyak banget punjual CD/DVD bajakan,,WaO….. muali dari Film, CD Lagu, dan MP3, semuanya komplit ada di sana. Gue sempet berpikir,”Buset,, bebas banget…. Kok gag ada razia ya di dalem Mall seperti di tempat gue??”. Setelah naik beberapa lantai, gue dapet cd Ubuntu dan kembali ke kantor buat ngotak – atik Laptop om gue hingga selesai dan langsung balik ke cibinong.
Hari ke dua, gue sekeluarga dan om gue sekeluarga mencoba menyari alamat tempat pertemuan keluarga yang merupakan tujuan utama gue sekeluarga datang ke Jakarta. Menurut info yang kami dapatkan, tempat pertemuannya di tempat sudara gue di daerah TMII (gue lupa namanya). Setelah ditelusuri akhirnya ketemu juga dan kami mampir disana. Setelah puas dengan jamuan yang diberikan tuan rumah, kami berangkat menuju ke kota Bogor. Kami menyempatkan buat beli roti unyil di suatu tempat di Bogor untuk oleh – oleh dan dikonsumsi sendiri. Setelah itu kami keliling kota melewati Kebun Raya dan tempat – tempat lainnya. Setelah itu kami mencoba mencicipi mie ayam bakso yang katanaya terkenal di daerah itu.
Hari ketiga, gue sekeluarga diantar oleh om gue sekeluarga ke tempat saudara gue di daerah TMII. Di sana keluarga gue dari ayah mengadakan pertemuan yang rutin diadakan setiap setengah tahun sekali. Setelah acara yang singkat tersebut selesai, gue sekeluarga dan pak de gue langsung pulang bersama. Kami menuju terminal bayangan yang letaknya di dareah TMII juga untuk menunggu bis yang akan mengantar kami pulang. Setelah bis tersebut datang kami naik dan berpamitan dengan Bapak gue, karena dia masih ada keperluan di Jakarta. Akhirnya kami berangkat dan tiba di Pekalongan jam 1.30 a.m dan berpisah dengan pak de gue yang turun di Boyolali.

Pindah Paket Speedy NiH…..

Akhirnya, sudah 2 bulan aku menanti Paket Telkom Speedy yang baru hadir juga di Jogjakarta. Memang 2 bulan bukan waktu yang sebentar untuk menunggu, namun gue sabar – sabarin dan akhirnya penantian ku usai sudah. Sayangnya, gue baru pindah ke paket yang baru ini di tanggal 10 sekalian bayar tagihan bulan lalu yang kuotanya berlebih hingga gue harus membayar 270 ribuan. Tapi tak apa lah, yang penting sekarang gue bisa internetan tak terbatas (unlimited) dengan biaya bulanan cuma 200 ribu saja.
Nih Daftar Harganya
tarifpaket
Dengan begitu, gue bisa belajar lagi jauh lebih dalam.

Screenshot